Citizen Journalism

APA SALAH NYA DENGAN RASA “BANGGA”

Tulisan ini muncul setelah saya membaca tulisan nya kanda “Said Munirudiin” saya sedikit ada kegelisahan dan tidak sependapat akan tulisan tersebut, mungkin apa yang di sampaikan oleh kanda “Said Munurudiin” ada benar nya dan sangat rasional beliau memaparkan tulisan nya.

Yang perlu kita pahami adalah tingkat pemahaman setiap kader itu sangat berbeda-beda terutama untuk mereka yang baru saja menyelesaikan “Latihan Lader 1 atau Basic Training” selama pengalaman saya meskipun tidak terlalu banyak saya berkecimpung didunia perkaderan HMI, rata-rata setiap kader yang baru saja menyelesaikan LK1 rasa memiliki Himpunan ini sangatlah besar, terlalu “bangga” nya mereka yang baru ber proses di Himpunan sampai-sampai di setiap status media sosial nya selalu memakai selogan “Yakusa” dan foto profil merekapun , mereka sedang memakai atribut HMI. Meskipun mereka belum begitu memaknai apa yang mesti mereka perjuangan dan nilai apa yang harus mereka jalanin akan tetapi mereka sudah memiliki kecintaan terhadap himpunan. Menurut saya itu tidaklah salah karna mereka masih dalam sebuah proses pencarian jadi wajar-wajar saja mereka sangat “bangga” menjadi kader HMI.

Kebanggaan itu sendiri menurut saya memiliki begitu arti yang sangat luas, bahkan “bangga” itu merupakan bentuk ekspresi seseorang akan sesuatu hal dan setiap orang akan berbeda-beda dalam meng-eskpresiakan sesuatu itu.

Ada juga beberapa kader yang mungkin tidak terlalu lama ber-proses di Himpunan ini, akan tetapi dia sangat “bangga” bisa ber-proses di himpunan ini. Kita tidak tau dia “bangga” karna apa, mungkin ada sesuatu hal yang bisa di pelajari selama di ber-proses.

Beberapa hari yang lalu sebelum milad HMI ke 74 TH, saya sempat berbincang dengan salah satu alumni yang tidak perlu saya sebutkan nama nya. Saya melemparkan sebuah pertanyaan. “Kanda kenapa banyak sekali kader-kader yang memasang twibbon dengan selogan saya bangga jadi kader HMI dan apa yang mereka banggakan dan apa yang telah mereka perjuangan sampai-sampai mereka sangat bangga menjadi kader HMI” beliaupun menjawab dengan nada yang cukup tinggi ” jadi dinda, saya ini berkader di HMI tidak terlalu lama hanya 2 atau 3 tahun saya ber kader HMI, saya juga tidak Lk2 dinda dan tidak begitu banyak yang dapat saya perbuat di himpunan ini akan tetapi ada sesuatu nilai yang saya dapatkan di HMI ini dan saya juga belajar banyak hal di HMI, Himpunan ini telah merubah hidup saya dan cara pandang saya, jadi jika hari ini HMI memanggil saya saya masih siap untuk himpunan ini, jadi saya sangat bangga dengan HMI dan saya sangat cinta dgn Himpunan ini”

Termasuk dengan diri saya secara pribadi, saya tidak terlalu banyak berjuang di Himpunan Mahasiswa Islam ini , saya juga tidak selalu banyak berproses di Himpunan ini, akan tetapi HMI telah banyak merubah sesuatu dalam diri saya. “kebanggaan” disini karan rasa syukur saya, rasa trimakasih saya terhadap Himpunan, karna terlalu banyak hutang saya dengan himpunan ini yang mungkin tidak mampu saya lunaskan sampai akhir hayat ini.

Terimakasih
Deo ahong pratama
Kader yang sangat bangga akan Himpunan ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker