Daerah

Musim Penghujan, Destita Khairilisani Minta Masyarakat Bengkulu Waspada Bahaya Demam Berdarah

Destita Kerudung Putih

GEBAY.co.id, – apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M DPD RI Provinsi Bengkulu terpilih, meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), seiring dengan datangnya puncak musim hujan. Selasa (3/4/2024).

Sebab, saat hujan terjadi biasanya ada banyak genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk. Salah satunya, yakni nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue.

Mengutip berita ziberzone.id, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu mencatat kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami penurunan di minggu ke-14 tahun 2024.

“Pada minggu ke-14 tercatat 101 penyakit DBD di Provinsi Bengkulu, hal tersebut mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan minggu ke-12 yang tercatat 232 kasus DBD,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bengkulu, Ruslian, SKM., M.Si., saat ditemui, Rabu (17/04/2024).

Meski begitu, Destita tetap meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan aktif dalam pencegahan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menerapkan 3M, yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur.

“Perlu dikhawatirkan, meskipun kasus DBD saat ini landai, tidak menutup kemungkinan akan kembali terjadi kenaikan kasus kembali. Saya berharap seluruh instansi terkait dan masyarakat untuk tetap berpartisipasi melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan, terutama dalam kegiatan 3M,” harap Destita.

Destita juga mengimbau masyarakat mewaspadai gejalanya, diantaranya demam mendadak tinggi, nyeri kepala, menggigil, mual dan muntah, tidak nafsu makan, timbul bintik merah, mimisan, nyeri badan.

“Mari kenali tanda dan gejala DBD
Demam tinggi mendadak selama 2-7 hari tanpa sebab yang jelas. Pusing, mual, muntah dan nafsu makan berkurang. Nyeri otot, nyeri sendi, nyeri perut dan ulu hati. Pendarahan bisa terjadi dibawah kulit (bintik-bintik merah), Minisan, kencing ada darah, berak hitam seperti petis, dan muntah darah. Syok dengan tanda-tanda, tangan dan kaki terasa dingin, tekanan darah menurun, gelisah, denyut nadi cepat dan lemah, ” jelas Destita berdasarkan data dari Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.

Dijelaskan, tindakan pencegahan, hapus tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk, seperti tempat air yang tidak ditutup. Gunakan larvasida untuk mengendalikan larva nyamuk di tempat-tempat sulit dikeringkan. Gunakan kelambu saat tidur dan gunakan losion atau semprotan penolak nyamuk saat diluar ruangan. Pakai pakaian menutupi kulit saat beraktifitas diluar. Libatkan masyarakat dalam program pembersihan lingkungan dan pengendalian vektor. (Rls/f)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button